Art Culture, History

Linge! Bersatulah Gayo

Oleh: Alfazri*

Ada yang terasa janggal dalam kehidupan masyarakat Gayo, bila mereka tidak mengerti siapa diri mereka sebenarnya. Siapa dan bagaimana perjuangan kerajaan Linge, sebuah kerajaan berada di dalam lingkaran hutan yang melahirkan kerajaan terkemuka di Aceh, dengan Aceh Darussalamnya.

Tanpa Linge tidak akan ada kerajaan Aceh Darussalam. Tetapi sayang, sebagian dari rakyat Gayo kurang memaknai bagaimana pendahulunya membangun kebersamaan dalam meraih sebuah karya yang gemilang.

Kiranya tidak salah, kita menggulang kaji bagaimana Linge yang telah mengukir sejarah melahirkan gerenasi tangguh. Lenge, begitu asal kata Linge. Dalam bahasa Gayo, Linge berarti  “suaranya”.

Jauh sebelum kerajaan Aceh Darussalam berdiri, Linge adalah sebuah kerajaan  yang terpisah dan berdiri sendiri. Kerajaan Linge di bawah pimpinan Adi Genali, mampu mengibarkan sayabnya dengan mengirimkan anak kandungnya, Merah Johan untuk menaklukan kerahaan Indraparta di Banda Aceh. Continue reading “Linge! Bersatulah Gayo”

Advertisements
Catatan

Lima Jam Bersama TVRI Banda Aceh

Oleh: Alfazri*

fazrigayo

Sabtu Sore,  jam ditangan menunjukkan pukul 14:20 WIB, team Lintas Gayo (LG) akan melakukan perjananan menuju Bur Gayo. Sebuah tempat untuk berekreasi di Takengon, Aceh Tengah.

Perjalanan  kali ini,ditemani oleh kru TVRI Banda Aceh.  Mereka adalah Ibrahim, Safril, Natanil, Yumadi, dan Romi Juliansyah. Tujuan perjalanan ini adalah untuk pengambilan gambar program acara Pelangi Nusantara yang akan disiarkan oleh TVRI Nasional.

Selain itu, ikut serta bersama kami tiga orang siswa dari SMA Negeri 1 Takengon. Mereka akan menjadi pengisi kegiatan Pelangi Nusantara TVRI dengan melantunkan  lagu Gayo. Mereka, Rima Arami (Vokal), Zaki Fuadi (Rapai) dan Rudi Pratama (Gitar).

Mengendarai dua mobil, kami bergerak dari Batas Kota Café (BK) menuju Atu Tingok atau yang lebih dikenal dengan Bur Gayo.

Memasuki wilayah Bur Gayo dari kampung Asir–asir, perjalanan mulai terasa tidak nyaman. Mengapa tidak, jalan beraspal menuju Bur begitu sempit dan menanjak. Belum lagi lubang yang memenuhi jalan, membuat semua pengendara, khususnya roda empat, harus berhati-hati jika berhadapan dengan pengendara lain dari arah berlawanan. Continue reading “Lima Jam Bersama TVRI Banda Aceh”